Maag, Bolehkah Berpuasa?

 

Menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan adalah kewajiban bagi kaum muslim. Sayangnya, menjalankan ibadah ini bisa menjadi dilema bagi penderita maag. Mereka takut jika puasa bisa membuat maagnya kambuh atau bahkan memperburuk penyakitnya. Meskipun ada pula yang berpendapat bahwa puasa dapat menyembuhkan maag. Agar Anda tidak menduga-duga, mari kenali penyakit maag lebih dalam.

 

 

Berkenalan dengan Maag

Maag merupakan penyakit yang menyerang alat pencernaan yaitu lambung. Secara medis, sakit maag dikelompokan pada penyakit yang disebut sindrom dispepsia. Menurut definisi, dispepsia adalah rasa tidak nyaman atau rasa sakit di daerah ulu hati disertai rasa mual, kembung, cepat kenyang dan kurang nafsu makan. Dispepsia banyak dialami orang dan dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, tak terkecuali di bulan puasa.

Apa Gejalanya?

Gejala yang ditimbulkan dispepsia beragam, mulai dari yang ringan hingga yang sangat mengganggu. Yang termasuk gejala ringan, misalnya mual, sakit kepala, begah atau lambung terasa penuh, sering bersendawa dan rasa panas di daerah dada. Sementara gejala yang hebat seperti kembung, perih, nyeri ulu hati, muntah-muntah dab sesak napas. Terkadang, gejala ini juga bisa menjadi pertanda dari penyakit yang lebih parah, seperti tukak lambung, kanker lambung dan erosi berat pada lambung.

Jenis Dispepsia

  1. Dispepsia fungsional. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, kebiasaan makan camilan berlemak, minum kopi dan minuman bersoda, dan merokok. Seseorang yang berpikir keras atau mengalami stres juga rentan mengalami dispepsia. Biasanya pada saat stres, produksi asam lambung akan meningkat melebihi kebutuhan.
     
  2. Dispepsia organik. Keluhan ini ditandai dengan luka atau tukak di lambung dan usus dua belas jari, antara lain akibat infeksi kuman Helicobacter pylori. Selain itu, obat-obatan rematik, beberapa antibiotik, penyakit diabetes melitus, dan penyakit jantung juga dapat memicu dispepsia organik.

Penderita dispepsia fungsional masih diperbolehkan dan bahkan dianjurkan tetap berpuasa selama Ramadhan karena aktivitas tersebut tidak menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap kondisi lambungnya. Hal itu, terjadi karena selama berpuasa pola makan menjadi teratur dan konsumsi camilan berlemak, rokok serta minuman bersoda akan sangat berkurang. Sedangkan bagi penderita dispepsia organik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu bila hendak berpuasa.

Bagaimana Pencegahannya?

  • Hindari mengonsumsi minuman yang dapat menimbulkan rasa nyeri seperti kopi atau yang membuat kembung seperti minuman bersoda dan beralkohol.
  • Hindari cokelat atau makanan berlemak, pedas dan bersantan.
  • Mengontrol stres, karena beban pikiran yang berat dapat merangsang produksi asam lambung sehingga mengganggu keseimbangan asam lambung.
 
  • Jaga berat badan jangan sampai berlebih.
  • Mengatur pola hidup sehat seperti waktu makan teratur dengan pemilihan jenis makanan dan komposisi yang tepat.
  • Bagi penderita dispepsia yang memiliki kemampuan makan yang terbatas dianjurkan untuk makan dengan porsi kecil dan waktu teratur.
  • Jangan menahan BAB, karena ini juga akan berpengaruh pada timbulnya dispepsia.

Pengobatan

Konsumsi obat-obatan yang dapat menetralisir asam lambung dan mengurangi produksi asam yang berlebih. Obat yang berfungsi menekan pengeluaran asam lambung akan mengurangi rasa nyeri dan baik untuk penyakit kelebihan asam lambung. Namun ingat, jangan mengonsumsi obat sembarangan karena obat-obatan pada umumnya dapat mengganggu keseimbangan asam lambung. Jika obat-obatan tidak dapat membantu dan sakit masih berlanjut, segera periksa ke dokter.

Biasanya Dokter akan menyarankan untuk melakukan endoskopi (alat berbentuk tabung yang didalamnya terdapat kamera yang dimasukkan melalui mulut ke lambung anda) jika nyeri masih terasa meskipun telah diberikan obat selama 8 minggu atau jika nyeri hanya hilang sesaat lalu timbul kembali.

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2008 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com